Friday, December 9, 2011

Akhirnya Selesai

 Hari ini hari terakhir! Yee! *nyalain firework*
Walaupun untuk kalangan anak kelas sebelas, hari terakhirku itu terbilang telat, yasudahlah.
Yang penting ini terakhir, ditutup dengan Seni rupa. Biasanya, kalo pelajaran biasa aku seneng banget nggambar nggambar ornament kluwer-kluwer, menurutku asik sih. Tapi pas ulangan umum, cukup.. cukup… waktunya Cuma satu setengah jam dan errrr
Dan yang berkesan dari ulangan umum tahun ini ya tetep soal dari mkks. Rasanya setiap keluar dari ruangan… pengen makan redoxon *berbusa* suckseed banget!
Salah satu pelajaran yang sampai sekarang masih membekas di hati jelas FISIKA. Kalian harus tau, H-1 ulangan umum aku sama sekali belum nguasai materi semester satu… Bela belain ikut les sampe ndobel jam dan rasanya habis les itu… *berbusa* Otak full of fisika, karena terlalu full njadi mbludak terus materi luber kemana-mana. Otak capek, materi juga mbuh-mbuhan. Akhirnya berpasrah diri, setidaknya saya sudah berusaha buat nge-dong. Cuma tawakkal aja gitu, bodo abis -_-
Nggak Cuma saat H-1, pas hari H ujian Fisika…
*mbaca soal* *mbolak balik soal* *senyam senyum*
Muahahaha kenapa senyam-senyum? Kisi kisi yang dibilang nggak keluar meen! *makan redoxon*
Habis mbolak mbalik soal, aku glosetan di meja. Mirip banget sama orang sakaw. Sakaw soal fisika. Akhirnya pilihan ganda juga kejawab semua kok, tapi ya itu. Ya banyak yang diisi tanpa liat soal. Yuk tepuk tangan. Keluar ruang ujian aja senyam senyum lagi, mirip orang stress tapi. Soalnya udah nggak peduli sama Fisika. Temen temen juga pada nggak bisa kok *goyang*
Mulai saat itu, aku mikir kenapa gidu loh guruku yang ikut andil dalam pembuatan soal fisika nggak nanyain soal semacam ini:
“Apakah menurut anda anak saya ganteng?” kalo nggak ya… “Menurut anda, apakah rambut saya maksimal?”
Aku bakal njawab…. “Yes, Baby :3”
Aku yakin kalo soalnya semacam itu nilaiku bagus pak.
Dan aku ambil keputusan, soal mipa dari mkks bikin berbusa semua.
Kimia, yang seenggaknya aku bisa malah kekurangan waktu. Tapi tetep keluar ruang ujian ya senyam senyum aja, seenggaknya tiap keluar yang ada di pikiranku “Yes! Tinggal x hari lagi!”
Selebihnya, semacam biologi dan matematika sih aadhhsjafhjajhgfhafnbjcs
Sekarang, aku lebih nggak siap besok pas nilai diumumin, mungkin aku bakal kejang kejang berbusa ala suckseed lagi. Aku sedih kalo remidi, bukan apa apa sih. Enakan nggak remidi kan, disaat ada yang remidi kalian bisa mondar-mandir nggak ada kerjaan. Njuk sok kurang kerjaan ngeliatin temen kalian yang remidi. Tapi tiap tahun kok pasti ada yang remed, dan aku ada di posisi “orang yang mengerjakan remidi” Well banget  -_-
Sehabis gelap terbitlah terang, begitu juga dengan ujian. Sehabis ujian terbitlah liburan. Selamat liburan! Abaikan hari remidi, anggap itu liburan!

Saturday, October 15, 2011

Danbo

Sempat beberapa waktu yang lalu aku gemes banget sama mainan ini. Gara-gara sering muncul di dashboard tumblr. Oke, mainan ini lucu banget. sampai pada suatu hari...
"Mamaku bawa danboard aaa" Afi mention aku dan aku terlalu girang, Afi punya Danbo! Asli dari Jepang, aw banget
Sampai hari ini, di McD Afi bercerita tentang danbonya yang udah letek karena sepertinya dibawa ke sekolah tiap hari :))
Baru hari ini juga bisa motoin si Danbo unyu itu :3






Pokoknya Danbo itu lucu, itu aja deh

Thursday, October 13, 2011

Kamu-disana

Melihatnya disana- tapi dengan dia.
Sudah biasa, tapi kadang teringat memori masa lalu
Flashback untuk beberapa detik, siapa yang mengira akan jadi seperti ini
Bahkan, aku dulu sama sekali tidak mencoba menerawang masa depan
Aku cuma menikmati setiap hariku, bahkan saat itu aku nggakmau waktu disana terbuang sia-sia
Aku berusaha menikmati dan berusaha membuat waktuku sebahagia mungkin
Memang aku bahagia, aku terlalu diselimuti kebahagiaan saat itu
Padahal waktu itu jalan, dia bergerak, dan nggak semestinya aku disana terus
Aku juga harus bergerak
Di ujung-ujung waktu aku mulai sadar
Suatu saat ada saatnya aku dijatuhkan, ada saatnya ini bukan lagi bahagia
Berubah, memang benar. Berubah di awal yang baru
Hilang, memang hilang. Aku mudah untuk menghilangkannya begitu saja
Itu mudah, karena aku tau itu benar dan aku harus bergerak
Kalau aku diam, tidak baik. Untuk baik untuk keduanya
Iya, dua. Dua pihak
Tapi kadang, memori datang disaat mata ini fokus disana
Dan rasanya..... ingin kembali

Sunday, October 9, 2011

Waktu lalu

Aku sudah menulis beberapa paragraf di kolom ini
Lalu membacanya kembali, dan menghapus semuanya
Aku coba lagi, tapi terulang lagi
Baca, lalu menghapus semuanya
Entah kenapa, waktu lalu cukup membuatku bahagia
Cukup membuat moodku baik untuk hari ini
Padahal, itu sangat tidak spesial. Bahkan itu, sangat datar.
Semacam naik sepeda lewat jalan sepi. Datar
Aku disana diam, sedangkan yang lain?
Aku merasa tidak ada waktu sama sekali untuk menyapa
Setiap kamu melintas, aku merasa saat itu tidak tepat
Aku takut mendapat balasan yang tidak terlalu diharapkan
Aku takut kamu kembali tidak mengenaliku
Walaupun aku tau karena-apa
Walaupun saat itu aku tau, kamu pasti-tau
Tapi rasanya suara tertahan di tenggorokan
Tinggal aku, menatapmu berlalu dan hanya bisa menyesal-di dalam hati
Hanya bisa melihat, dan kadang mata kita bertemu
Berhenti sesaat, dan tetap saja
Suara itu masih di dalam. tertahan
Beberapa kali seperti itu, dan hanya bisa saling-pandang
Pulang dengan rasa-sedikit menyesal
Hanya bicara tiga kata, itupun bukan menyapa
Melihatmu tersenyum, lucu
Terima kasih, setidaknya bisa melihat itu sudah cukup

Tuesday, September 13, 2011

Apa kabar

     Mungkin menanyakan kabar bukan suatu yang penting ditanyakan buat orang yang sering ketemu atau komunikasi. Tapi buat orang yang udah nggak pernah komunikasi sama kita, rasanya kabar itu salah satu yang dipertanyakan. Sejujurnya sekarang ini aku sedang mempertanyakan kabar seseorang. Seseorang. dia itu temanku. Nggaktau harus nyebut dia temen lama atau bukan, karena katanya kan temen nggak ada yang lama ataupun baru. Kalo temen ya temen, nggak ada yang temen lama. Berasa barang aja, barang lama.
     Sebenernya aku nulis ini soalnya tiba tiba kangen aja. Tumbenan aja sih, kenapa gitu harus inget dan rasanya udah nggak ada usaha lain lagi yang bisa dilakukan selain aku yang nanyain dulu. Tapi aku merasa sedikit gengsi buat sekedar menyapa atau menanyakan kabarnya. entah, nggaktau kenapa. Payah ya, padahal dia temenku sendiri.
     Kalo udah lama nggak komunikasi gitu gimana sih sebenernya? Ini aja aku masih bingung, temenan masa nggaktau kabar satu sama lain. Terakhir terima message juga pas idul fitri cuma minta maaf doang, nggak yang lainnya. Yah sedih yah. Nggak berani sih nyebut gimana-gimananya, cuma dulu kita temen deket. Tapi ini tidak nyata #abaikan . Lumayan lama sih, mungkin sekitar 2 tahunan lah, tapi setelah itu dia seperti hilang. Ya nggaktau sih, yang biasanya dia gitu dan kok jadi gini? Rasanya janggal, dan setiap aku berusaha mengembalikan situasi kok rasanya udah beda ya? Apa iya karena masalah waktu? Udah beda dunia atau emang udah nggak ada topik? Tapi sepertinya alasan kedua itu nggak masuk akal.
     Tapi ya tiap mengobrolkan sesuatu dengannya semenjak SMA ini kok rasanya hambar. Beda rasanya kayak pas smp dulu, tiap membiarakan sesuatu rasanya nyambung banget dan terlihat sangat asik. Tapi sekarang kok rasanya kriuk kriuk ya, semacam garing. Makanya jadi jarang komunikasi dan akhirnya keputus gitu aja sih. Udah sekian lama banget dan sekarang baru aku tulis disini. Karena sekarang, karena sesuatu, aku jadi inget. Dan hal pertama yang muncul ya kabar. Tau sih, dia jelas msih hidup karena setengah jam yang lalu dia ada di home facebook, jadul abis. Hari gini tau dari facebook, yaudahlah alhamdulillah saja yah. Tapi seperti apa bentukan dan sifatnya sekarang aku nggaktau.
     Kok rasanya pengen ya kayak dulu lagi. Membicarakan sesuatu yang nggak penting sampe begadang, yah semacam flashback semuanya. Kayak dulu, cuma bedanya sekarang kita sma, bukan smp. Dan mungkin sifat kita emang udah nggak sama plek sama dulu, mungkin topik pembicaraan kita udah nggak sebanyak dulu. Tapi ya setidaknya kita masih komunikasi kayak dulu. Itu aja sih, sekian.


Salam rindu #eh

Saturday, September 3, 2011

Pabrik Coklat dan Es krim

     Kalian tau, aku dan adekku tidak jarang terlibat dalam suatu pembicaraan yang sangat menyenangkan. Berbicara tentang impian konyol dan ide-ide tidak logis. Disini, aku seperti kembali ke masa lalau, memutar umur, mengembalikan semuanya. Aku berbicara tentang semua cita-cita dan impian gila bersama adekku. Biasanya, dia yang memulai. Dengan membicarakan semua hal mustahil di dalam kartun. Tadi pagi, Sasa, adekku yang gede tanya ke semua orang rumah.

"Sebenernya percaya nggak kalo peri itu ada di dunia ini?"

     Adekku yang paling kecil, Najwa, bisa lebih berpikir normal daripada Sasa. Padahal, umurnya lebih muda 3 tahun dari Sasa. Dan dengan nada nyente dia njawab, "Yo oralah! Mosok ada peri di dunia. Nggak mungkin ya mbak?" memperkuat pendapatnya dengan mencoba bertanya padaku.
Cuma aku jawab, "Wallahualam, mbak pika nggak pernah tau. Itu semua kehendak Allah" *kemudian hening* Mungkin karena mutung, Sasa dan Najwa melanjutkan kegiatannya masing masing. Najwa dengan balon Nemo barunya, dan Sasa menghampiri bapak dan mempertanyakan hal yang sama. Entah karena bapak sibuk dengan Hp-nya apa cuma mau bikin Sasa diem, bapak njawab percaya... yaudah deh... no comment
     Itu cuma satu pertanyaan tidak logisnya Sasa, kalo ditulis semua mustahil. Selain pertanyaan, dia juga punya impian tidak logis. Misalnya ya, dia pengen punya Balon Nemo (kayak punya Najwa) tapi yang lebih besar, bisa terbang, dan dinaiki. Dan kalo Sasa sudah mulai menghayal, Najwa akan langsun menyambar dan ngomel dan menjawab dengan pernyataan yang sangat logis.
"Yo kono beli wae. Nek di alun-alun yo nggak bakal ada, ngimpi e kamu mbak". Kadang, pembicaraan mereka itu bisa dijadikan hiburan gratis, dan aku bisa ngakak gara gara si penghayal dan si anak logis =))

Tapi pagi ini, kita bertiga lagi kebagian nggak padu. Lagi kebaikan akur dan membual bersama
S: Aku pengen e duwe Pabrik Coklat. Kayak Willy Wonka...
F: Aku pengen punya Pabrik es krim, biar tiap hari aku bisa maem es krim sepuasnya
S: Aku bakal bikin coklat yang kayak Willy Wonka, ueeenak pol
F: Aku bakal bikin jenis es krim berjuta-juta. Biar pelangganku nggak cuma beli Mcflurry Caramel
N: Aku nanti yang beli ya
Seketika kita ketawa bareng karena Najwa cuma punya impian buat jadi pembeli hahahaha. Dasar anak kecil
Oke lanjut....
F: Sesuk dewe kerjasama wae yo sa. Jadi nanti Pabrik kita bekerjasama menciptakan produk dari es krim dan coklat
S: Oke, sesuk dewe kayaraya yo mbak. Hahahaha
F: Namamu ganti berarti, jadi Sasa Wonka!

     Semoga, dialog kecil ini bukan hanya jadi dialog belaka. Semoga dialog ini diamini sama Allah. Aku mau kok punya Pabrik Es krim, dijamin aku akan bahagia melihat es krim dibuat setiap hari Hahaha. Walaupun itu cuma impian konyol dengan adekku. Semoga impian Sasa buat Chocolate factory Ala Sasa Wonka juga terwujud yah, semoga kamu bisa punya seperti.....


Ehm tapi aku mendoakan Sasa jadi seperti dia dalam hal bisnis saja yah, pabrik coklat saja. Jangan Sasa berubah gaya menjadi ala Willy Wonka...

Semoga malaikat mengamini impian kita tadi pagi :))

Tuesday, August 23, 2011

Alergi

     Dari dulu aku tau, aku itu ada alergi. Alergi dingin, debu dan seafood. Tiap dingin dan kena debu selalu bersin bersin nggak karuan. Dan tiap makan seafood juga pasti tenggorokan gatel minta ampun, atau nggak kulit bentol-bentol. Memang anak gunung, ndeso abis masa nggak doyan seafood. Tapi semuanya berubah ketika....

     Aku dibawa ke THT, gara gara bersin dan pilekku yang sering kumat. Oke, aku was was pertama kali dibawa ke tempat seperti ini. Ruangan dengan alat yang nggak biasa, dan aku disuruh duduk di kursi yang bisa dinaik-turunkan. oh great, aku mulai takut. Hasilnya, ada gangguan di hidungku. Dan untuk memastikan tindakan selanjutnya, aku harus menjalani tiga pemeriksaan. Scanning, Tes Alergi, dan Tes darah. Jleg, rasanya takut banget pas pak dokter bilang kayak gitu. Halo ada apa dengan hidungku?

Tes Alergi...
*sebelum masuk ruangan*
Me: Ma, liat itu dokternya udah sepuh banget. Jalannya aja gitu
Mama: Hooh yo, piye itu meriksa orangnya
*suster manggil* *masuk ruangan*

kaget, ternyata dokter yang tadi aku bilang sepuh itu yang ngecek alergiku. Astaga ini namanya pembalasan udah ngomongin orang
Suster: Mbaknya duduk aja ya, ini nanti tangan yang kiri ditusuk 14 kali, yang kanan 21 kali.
Di dalam hati.."HAH? buset totalnya 35 tusukan, itu artinya 35 kali cekit cekit" Oke, aku mulai was was
Suster: Nggak sakit kok mbak, cuma pake jarum plastik kecil, terus nanti ditetesi cairan
*dicubles* Me: Aduuuh Aduuh, sakit. cekit cekit
Pak Dok: Rapopo.. nanti kalo ribut tak kasih bonus 20 kali lagi lho
Untung di kasus ini, si pak dokter itu lucu dan bisa mencairkan suasana hatiku yang teramat sangat pengen nangis karena lengenku dicublesi gini. Cenat cenut abis

*20 menit berlalu saatnya menerima kenyataan, eh hasil tes*

*Tangan sebelah kiri dicek untuk masalah lingkungan*
Pak Dok: Ha ini nggak boleh pake karpet, nggak boleh kena debu, nggak boleh ada boneka di kamar, pokoke nggak boleh kena kapuk
Oke aku masih tenang, semua barang itu nggak ada di kamarku. kecuali...debu
*Tangan sebelah kanan dicek untuk masalah makanan*
Pak Dok: Ini alergi udang, kepiting, cumi-cumi, seafood pokoknya nggakboleh ya
Me: *ketawa* nggak doyan seafood kok dok
Pak Dok: Ini juga nggak boleh makan coklat, susu, teh, kopi, gandum

Glek. Rasanya kayak jatuh dari gunung es krim. Tau kenapa? Es krim itu dari susu. Dan coklat? Aku cinta banget sama makanan itu. Tau lagi kenapa? Hidupku hampa tanpa es krim dan Coklat. What must I do? mungkin aku tertekan. Selamat tinggal coklat, selamat tinggal es krim favoritku, McFlurry. Kita ketemu kapan-kapan, disaat badanku mencintaimu kembali.



     Keluar dari ruangan tes alergi aku lemes, adikku mulai menertawakan aku. Selayaknya aku orang yang udah nggak bisa makan lagi, serasa nggak ada bahan pangan untuk aku buat persediaan besok-besok. rasanya separuh jiwaku pergi. Jalan ke tempat cek darah aja lemes, ditambah mengingat sebentar lagi aku bakal disuntik dan sebagian asupan darahku akan diambil, aku tambah lemes
     Keluar dari ruangan cek darah, tidak ada perasaan kecewa ataupun sedih. Karena disini, darahku cuma diambil, dan cuma sakit, udah itu aja. Dan berlanjut ke Scanning. Disini aku juga biasa aja, hanya merasakan sedikit pegal karena disuruh tengkurap dengan dahi yang mendongak maksimal. Errr pegel abis
     Dan aku masih khawatir dengan hari besok, besok ini aku bakal mengkonsultasikan semua hasil dari ketiga tes tadi ke dokter THTku tadi. Aku berharap hasilnya biasa saja dan cuma butuh pengobatan lanjutan. Bukan operasi atau apapun yang ekstrem. Pray for me

Tuesday, August 16, 2011

Lost in XI IA 3

Halo, hari ini mau ngepost bagaimana kesan kesanku setelah kurang lebih satu bulan berada diantara mereka. Mereka, teman teman sekelasku sekarang, XI IPA 3. Buat enaknya kita sebut saja kelas baruku ini HAMMER.
Pertama masuk ke kelas ini aku bete setengah mati, aku sedih, semacam tertekan dan ada perasaan kecewa. "Kenapa harus ipa 3? Errrr" Disini sama sekali nggak ada teman sealiran dan sejalan sama aku. Yang benar saja, disini anaknya pinter pinter, alim dan rajin. Sedangkan aku? jauh sekali dengan sifat mereka. Aku yang sukanya main main dan ngantuk pas pelajaran. Awalnya, kirain bakal jadi semacam alien di kelas ini. Alien yang tersesat di negeri manusia rajin. Bingung mau pake ungkapan apa, biarlah aku diungkapkan sebagai alien disana. Dan sepertinya aku memang merasa seperti alien di hari-hari pertama. Masih sangat tergantung dengan teman sekelas lama. Hatiku masih tertinggal di kelas lama, masih sulit untuk menerima kenyataan kalau sekarang aku kelas XI, XI IA 3!!
Yang pasti waktu nggak berhenti, terus jalan, jalan dan jalan. Begitu juga dengan pikiranku. Nggak mungkin aku terus terusan bareng sama temen kelas lamaku. Ada saatnya aku butuh teman kelasku yang sekarang. Ini saatnya adaptasi. Berencana untuk adaptasi dengan mereka, kebiasaan mereka, dan juga obrolan mereka. Tapi nyatanya, lama lama aku sudah melakukan adaptasi. Aku sudah mulai nyaman dengan mereka. Walaupun aku masih merasa tersesat disini. Tersesat dalam hal otak. Aku mulai tertekan dan stres kalo guru menyebut kata "ulangan" rasanya ingin mencoret dan membuang hal semacam ulangan. Errr sekolah pasti akan bahagia tanpa ulangan. Murid murid akan merasa bebas dan bahagia pastinya. Tapi itu nggakmungkin, oke berhenti bermimpi. Menurutku, delapan puluh persen teman sekelasku itu pintar. kemampuan mereka jelas diatasku. Ulangan kimia kemarin sudah membuat aku galau. Walaupun aku udah biasa dapet nilai jelek, walaupun nggak sejelek hasil kemarin. Malu dapet nilai segitu di kelas yang begini.

ERRR RASANYA PENGEN BANGET REPARASI OTAK AGAR OTAKKU SEDIKIT LEBIH BISA BEKERJA KERAS DARIPADA SEKARANG

Kadang, kalo ngantuk aja aku dengan PDnya nggak nyatet dan memilih untuk fotokopi catetan teman sebelahku, Dita. Dan aku sempet sedikit frustasi dan berpikir "kenapa aku males banget?" aku coret tulisannya biar besok besok kebiasaanku yang satu ini bisa hilang pelan-pelan. Hilang karena aku termotivasi untuk mengejar mereka. Aku bener bener ngarep, seenggaknya kalo rankingku jelek di kelas ini, aku bisa lumayan di ranking paralel. Aku tau kelasku ini sangat berpotensi untuk menjadi kelas rajin, manut, dan pintar. Buktinya adalah kelas kita dipilih buat ikut upacara 17 Agustus hari ini. Great! Memang, kemarin kita sempat melakukan aksi semacam protes tetapi bukan dengan suara. Dengan tindakan. Tindakan menempel edaran di depan kelas, maksudnya sih buat menarik perhatian para bapak ibu guru sekalian. Biar ada keadilan disini! oke abaikan, aku terlalu bersemangat.

Ya pokoknya, saya Friesca Anindya Wibowo meminta doa yah kepada segenap pembaca blog ini. Agar diberikan kepintaran yang cukup selama berada di sekumpulan manusia jenius ini. Akhir kata, wassalam yah.


Saturday, August 13, 2011

Liat gambar yang satu ini di tumblr. Berasa tertohok deh. Tau kenapa? aku baca kata katanya sampe berkali-kali. aku masih belum yakin sama kata-kata di dalamnya. Apakah iya akan? pastikah itu? mungkin, salah satu dari mereka bisa. Tapi apa bisa keduanya?

"A guy and A girl can be just friends. But at one point or another, they will fall for each other, maybe temporarily, maybe at the wrong time, maybe too late, or maybe forever"

Mungkin aku sekarang lagi ngalamin ini. Dan mungkin aku itu salah waktu, "maybe at the wrong time". Ya, emang ini salah, dari segi waktu udah salah. Dan kenapa harus kamu? Rasanya pengen mbalikin waktu, dan seandainya bisa pengen mencegah semuanya. Biar nggak kayak gini. Rasanya punya sesuatu yang salah kayak gini tuh nggak enak. Emang di depanmu aku selalu bersikap biasa dan bertingkah kayak nggak ada apa apa. Tapi sebenernya*some text missing*
Sekian


Monday, August 8, 2011

Pesantren Kilat

Jujur, belajar banyak dari pesantren kali ini. Pesantren paling berkesan dan mbekas selama pernah pesantren. Padahal pas pertama tau mau pesantren rasanya males banget, nggak niat. Tapi setelah mau pulang rasanya nggakmau pulang, sedih gitu. Disana belajar banyak, dan dapet ilmu ilmu baru. Seperti apa kata umi, kita pulang pesantren buat apa kalo nggak bawa apa-apa. Setidaknya kita harus dapet ilmu pulang dari Darus Shalihat. Disana, ada Umi dan amah amah alias mbak pendamping. Amah amah disana baik semua, nggak pernah marah dan selalu sabar. Walaupun kelakuan kita nakal, rame, dan susah dikasih tau, mbak mbaknya tetep sabar aja. Aku ajanggak dimarahin pas tidur di tumpukan tas, padahal ada drama di depan. Maklum, jam tidur kurang dan hari hariku di pesantren dipenuhi dengan kantuk yang sangat menyiksa.
Oiya, kita bobok disana enak banget. Umi mbeliin kasur banyak banget buat kita. Jadi disana tidur lengkap dengan kasur, bantal, dan selimut. Alhamdulillah yah rasanya bahagia banget. Baru pertama deh pesantren bobok pake kasur. Disana, kita semua dibagi jadi 16 kelompok. Aku sendiri sekelompok sama Ratri, Bella, Afi, Ghnut, Asti dan Ganes. Kelompok 12, disana shalihat, disini shalihat, semuanya shalihat~ ngakak deh. Disana, aku jadi sadar kalo keinginan dan cita-cita itu emang harus dipikirin mateng mateng dari sekarang. Biar kita bisa lebih banyak minta, berdoa, dan berusaha. Bukan cuma menunggu takdir datang dan dengan santai bilang "let it flow". Semua nggak akan dateng kalo kita nggak berusaha, setidaknya mencari. Disana juga aku bisa bener-bener sadar kalo hidup ini cuma bentar banget dan masih ada akhirat yang lebih lama. Hidup ini buat beribadah, buat melakukan hal yang baik-baik. Berharap banget bisa sadar nggak cuma pas disana, tapi di rumah juga.
Pengen rasanya jadi anak yang sholehah, rajin ibadah kayak amah-amah disana dan bangga karena pake jilbab. Pengen bisa ayak mereka, kayaknya buat ibadah tuh nggak berat, nggak ada yang lebih penting selain beribadah. Jadi kayak "Apakah Allah suka dengan apa yang kita perbuat?" kalau sekiranya tidak, ya tinggalkan. Tapi buat jadi kayak Amah-amah disana nggak gampang, perlu ada kesadaran diri yang bener bener besar. Mungkin bakal nyoba dikit-dikit. Mulai dari Sholat, tadarus, baru ke yang lainnya.
Puncaknya ya pas hari terkahir, jam jam menuju pulang. Acara diisi sama Abi, suaminya Umi. Disana mbahas tentang kematian dan semacamnya. Bikin tambah takut, kita nggak tau kapan meninggal. Nggak bisa dicancel dan pasti bakal dateng entah kapan. Sadar kalo pahalaku dikit dan masih sering melakukan hal hak yang tidak terpuji aku mulai sedih, takut. Rasanya pengen tobat dan mulai dari awal. Aku mau lewat jembatan siratal mustakim dengan cara terbaik, mau alam kuburku indah, dan aku nggakmau kena siksa kubur. Udah cuma itu aja yang ada di pikiranku pas Abi ceramah.
Selesai ceramah, waktunya pulang. Disini pertamanya seneng, karena kebayang bakal hibernasi di rumah dengan puas. Tapi pas mulai salim salim sama Amah amah disana, eh kok Amah amah pada nangis. kayknya sedih banget gitu kita mau pulang. Jadilah terbawa suasana dan ikut sedih, nengis deh -_- gembeng yah. Dengan perasaan sedih, kita pulang deh. Masih banyak memori tersimpan disini saat masa masa pesantren. Semoga Umi, Abi, dan Amah amah disana selalu diberi lindungan Allah yah.

Friday, July 29, 2011

memori hening

Malem malem gini udah sepi, hening. Biasanya terekam suasana dan memori memori masa lalu. Kebanyakan yang terekam sama temen temen dan sahabat terdekat. Tapi nggak jarang juga ada selipan memori dengan seseorang yang bisa dibilang dulu pernah dekat. Tapi dulu, bukan sekarang. Dulu dan sekarang beda, jauh. Padahal, di hari hari biasa yang tidak spesial, aku nggak pernah sekalipun mengingat orang-orang itu. Tapi hening menimbulkan reaksi berelebih pada otakku. Semacam kemampuan flashback ke masa lalu, dan otomatis mengingat semuanya. Benci, disaat mengingat semuanya nggak cuma kerekam yang bagus, bahkan yang bikin sebel banget sekalipun muncul.
Paling dongkol ketika tiba tiba teringat yang bagus. Ini bukan sengaja mengingat, tapi benar benar mendadak dan tidak direncanakan. Ini tidak sengaja, spontan, muncul secara tiba-tiba. Apa daya kalau otak sudah bekerja, toh otak itu pengontrol semuanya. Jadi jalani saja, pikirkan saja, dan biarkan itu hilang perlahan diikuti perasaan ngantuk. Tidur, dan tidak jarang semuanya terbawa mimpi. Kaget dan sedikit pusing saat bangun. Mimpi buruk, sangat.
Tapi biasanya semua itu hilang seiring berjalannya matahari. Di sekolah, tertutup dengan pelajaran, buku, soal, dan coretan. Hilang, nggak berbekas. Kecuali saat malam aku kembali hening dan mengingat semuanya. Salahkan otakku. Bukan masalah momentnya, tapi orang yang terlibat di dalamnya. Orang yang dulu pernah hilang, dan sampai sekarang masih hilang. Kukira kau temanku, ternyata bukan. Dulu kamu bilang apa dan sekarang apa? omong kosong. Dulu semacam nggak bisa kalo nggak komunikasi, sekarang apa? sudah berapa tahun ini? Tapi makin kesini semuanya makin nggak keliatan, no problem. Sudah tertutupi dengan semua temanku yang lainnya, dengan semua canda mereka dan aktivitasku dengan mereka. Jadi, kamu mati dilahap mereka. Sekarang, mereka lebih penting daripada "kamu". Tapi kamu masih temanku, karena kata orang, nggak ada yang namanya mantan teman. Sekali teman, tetap teman selamanya

Saturday, July 23, 2011

Percakapan

Mungkin aku sering melakukan percakapan, hampir setiap waktu. Dan itu biasa aja kan, tiap hari kita ngomong dan cerewet sana sini. Tapi kadangpembicaraan kita sama orang tertentu bisa bikin nggak biasa di saat saat tertentu. Walaupun biasanya ngomong ya ngomongin hal biasa dan itu nggak gimana gimana. Pernah nggak sih kalian merasa diistimewakan atau sebagainya? Membuat apa yang kita bicarakan beda dari biasanya, begitulah.
Sebenernya udah lama sih aku mengalami yang seperti ini. Rasanya nggak enak banget, serba sungkan dan salah. Aku tau nggak semestinya melanjutkan pembicaraan kita, nggak seharusnya seneng dengan apa yang kita bicarakan. Itu cuma beberapa menit dan itu nggak semestinya aku seneng. Tapi gimana, nggak nyangka aja kamu menawarkan hal seperti itu. Dan aku bingung dan aku ngggak tau, ah nggaktau. Aku tau nggak semestinya aku punya perasaan seperti ini, aku tau aku salah. Ini salah banget. Bisa jadi semuanya berantakan, dan aah aku nggak tau aku bakal jadi apa. Yang pasti aku akan mencoba menjauh dan nggak akan coba coba mengingat semuanya.

Wednesday, July 20, 2011

Friday, July 15, 2011

Two voices one song

Kali ini mau ngepost lirik salah satu OST. Barbie. Suka banget sama lagunya ini. Menurutku ini so sweet, sangat. Bercerita betapa bahagianya punya sahabat dan betapa berharganya seorang sahabat

It's so rare to find a friend like you
Somehow when you're around the sky is always blue
The way we talk
The things you say
The way you make it all ok
And how you know
All of my jokes
But you laugh anyway

If I could wish for one thing
I take the smile that you bring
Wherever you go in this world I'll come along
Together we dream the same dream
Forever I'm here for you, you're here for me

Oh ooh oh
Two voices, one song
And anywhere you are you know I'll be around
And when you call my name I'll listen for the sound

If I could wish for one thing
I take the smile that you bring
Wherever you go in this world I'll come along
Together we dream the same dream
Forever I'm here for you, you're here for me
Oh ooh oh two voices one song
If I could wish for one thing
I take the smile that you bring
With you by my side I can go on
Now I have all that I need
And the sweetest sound will always be
Oh ooh oh two voices one son


OST. Barbie and The Diamond Castle - Two voices One Song

Tuesday, July 12, 2011

Pandangan pertama

Sekarang aku udah kelas sebelas, XI IA 3. Terpisah dari anak anak X9 dan menemui suasana dan teman kelas yang berbeda jauh dengan mereka. Tapi walaupun kelas sebelas, aku masih pengen nge-post pandangan pertamaku ke X9. Udah lama sebenernya pengen ngepost ini, cuma baru kelakon sekarang. Cheeck yaa

Biasanya, apa yang kita lihat pas pertama kali itu nggak sesuai lho. Begitu juga aku pas masuk ke kelas X9 untuk pertama kali. Mengamati suasana kelas sungguh sangat heran. Temen-temen yang beda banget dari temen smp, mulai dari bentukan mereka, sikap, dan yang lainnya. Kirain kalian itu anaknya krik krik dan nggak asik, tapi ternyata SALAH BESAR. Pertama kali masuk, aku duduk sama Risma. Karena saat itu aku belum deket sama Ratri, Bella, Afi. Perkenalan pertama dan banyak nggak merhatiinnya. Bahkan aku dulu nggak bisa mbedain Ganang sama Anang, cuma karena nama mereka yang hampir sama. Payah, padahal muka mereka beda buanget dan sampe sekarang masih heran kenapa dulu bisa ketuker. Beberapa hari disana belum keliatan gimana-gimananya mereka. Setelah hampir 2 mingguan aku menangkap sifat pertama mereka, yang pasti banyak dari tebakanku yang melenceng jauh. Ya karena masih belum deket, makanya sifat mereka belum terlalu keliatan.

1. Adilla Faza Sabella
Pertama liat Dilla kesan pertama adalah Menel. Mulai dari gaya dan mukanya mencerminkan sifat seperti itu. Kirain anaknya nyebelin, genit, ya semacam anak anak yang seperti itulah. Tapi ternyata setelah kenal lama sifatnya bertolak belakang banget. Anaknya mak weng, lah loh, nggak punya malu dan asik juga buat diajak ngobrol.

2. Agus Putantri
Kesan pertama pas pertama liat Tantri kukira dia itu anaknya nakal dan bandel. Tapi ternyata anaknya Alim, pinter, baik hati. pokoknya beda banget sama pertama ketemu, banyak banget berubahnya.

3. Anang Maulana
Oke pertama kali liat aku menduga duga kalo dia itu anaknya ndeso dan biasa saja. Ternyata emang ndeso -_-v canda lho nang, tapi luar biasa. luar biasa dalam bidang ngelawak dan ngomong waton. Dia itu rajanya ngelawak di X9, kalo nggak ada Anang sepi pasti.

4. Azma Afina
Cantik, kalem, dan anteng. Kesan pertamaku pas ketemu Afi. Tapi ternyata =)) gila. Boro boro kalem, biasa aja enggak. Sukanya teriak teriak dengan suara knalpotnya, dan heboh sendiri. Anteng darimananya, sukanya rame dan ngobrol terus. Asik banget anaknya buat dijadiin temen~

5. Baron Sanggha
Pertama liat Baron itu anaknya banyak ngomong dan kritis banget. Yaak, pandangan pertamaku disini benar *joget*. Ternyata sifatnya memang seperti itu

6. Bella Zekha
*dzikir* liat Bella di X9 itu rasanya kayak ngeliat bunglon nari tor tor. Secara kita dulu kan gitu ya bel ya~ Kaget, shock, tidak bisa berkata apa apa. Dengan muka sengak dan gaya premannya dia berhasil menyembunyikan sifat aslinya :)) padahal aslinya beda banget, yang jirih dan masih suka kayak anak kecil. Tapi dia asik banget dijadiin temen cerita dan curhat ciyeeeh

7. Catur Martin
Gendut dan pendiam. Karena dulu di smp dia nggak pernah terlihat atau sengaja memperlihatkan diri. Tapi karena kita, Martin bisa jadi anak yang asik. Bisa ngobrol, ngelawak, dan Martin baik banget. Sering njajain kita lagi, makasih eaa Bigboss

8. Diany Roesma
Kirain Diany tu anaknya sengak. Soalnya dulu pas pertama masuk mukanya Diany sengak banget. Tapi ternyata Diany baiiik bangeet. Mau ngajarin aku yang nggak dong-an gini, dan anaknya lucu. Salah sangka banget

9. Fajar Satrio
Jenius, Cupi, dan pendiem. Emang ya pandangan pertama kebanyakan nggak bagus gini -_- Aku mengira Fajar sebagai anak yang seperti di film film itu. Emang Fajar itu sangat Jenius, brondong jenius. Tapi dia nggak pendiem, dia asik bisa diajak ngobrol dan ngelawak. Beda banget sama dugaanku yang teramat sangat meleset

10. Fakhri Hayunirboyo
Fakhri dari pertama udah stay cool, pendiem, dan cuek. Dan sampai sekarang masih berjalan seperti itu. Jadi pandangan pertamaku benar lagi yey

11. Fifian Hanifa
Kukira kamu kemayu fi, ternyata enggak. Soalnya pas PLBB Fifi pake sunblock segala takut kepanasan. Tapi ternyata enggak, Fifi anaknya biasa aja. Dia emang anaknya cewek banget dan asik. Enak diajak ngobrol, baik anaknya

12. Friesca Anindya
Aku, dan kalian yang melihat aku teman-teman :3

13. Ganang Aziz
Pertama lihat Ganang celana sekolahnya Ganang pada cengkrang cengkrang, dan kadang geli liatnya. Tapi dari pertama udah keliatan kalo anaknya itu polos, ramah dan apa adanya. Udah gitu Ganang baik terus murah senyum hihi

14. Hanidah C.K
Pandangan pertamaku disini benar, karena Hani dulu satu SMP. Hani itu anaknya ramah, baik, dan lucu. gembul gembul gitu ih unyuu

15. Herina Ajeng
Pertama liat Ajeng, dia terlihat seperti Fajar. Rambut panjang dan berkacamata, pintar. Ajeng anaknya apa adanya, baik, kalo ngomong langsung dikeluarin haha gue suka gaya lo jeng

16. Isma Vasanti
Isma pertama masuk kirain anaknya Manja. Tapi ternyata enggak sama sekali. Anaknya baik, apa adanya, ramah, terus polos banget. Kalo ngomong kayak anak kecil dan kadang bikin ngakak saking polosnya.

17. Januarizal Abdullah
Boem pertama kali kirain anaknya galak, terus nggakbisa diajak bercanda gitu. Ternyata enggak, Boem anaknya baik, nggak galak sama sekali, dan bisa diajak bercanda

18. Latiefah K
Tiefa dari pertama emang udah baik, ramah, terus pendiem gitu. Sampe sekarang ya seperti itu, cuma nggak sependiem yang aku kira, anaknya asik

19. Lindi Yonika
Lindi pertama kali nggak terlihat sealim sekarang, kemajuan lin berarti! Lindi yang sekarang alim, ramah, baik, dan dermawan. Soalnya mau ngajarin dan bisa diutangin pulsa ehehe. Pengen deh lindi jadi kayak kamu gitu, jadi wanita muslimah yang sebenarnya

20. Marta Dwi
Marta sampai sekarang masih sama. Dia anaknya baik, dan agak pendiem. Tebakanku benar lagi~

21. Abshar Pradita
Abshar pertama kali kirain sifatnya masih kayak anak anak dan sukanya main main. Tapi ternyata enggak, dia termasuk orang yang bisa bertanggng jawab. Ya gimana, ketua osis 2 dan pastinya dia pinter kalo disuruh ngomong. Walaupun kadang mak weng dan suka ngajak padu

22. Muhammad Rifqi
Kukira Rifqi dulu anaknya biasa saja. Tapi ternyata anaknya Alim, kalem, dan pendiam. Jarang banget ngomong, ngomong kalo perlu aja. Rifqi anaknya juga baik

23. Novanda Fatih
Dari pertama liat sampe sekarang Vanda anaknya ya seperti itu, tidak berubah. Dia baik, ramah, dan pinter. Dia juga nggak pelit ilmu dan nggak pelit utang. Soalnya juga sering utang pulsa ke vanda ehe ehe

24. Pangestu Arif
Awi di X9 sangat berbeda dengan Awi di SD. Dulu di SD Awi pendiem dan aku nggak kenal dia. mungkin begitu juga dengannya. Ternyata setelah SMA anaknya bisa dibilang cerewet dan banyak ngomong. Enak buat diajak cerita banget

25. Putri Yasinta
Dari pertama Putri udah keliatan kalo dewasa dan tanggung jawab. Dia anaknya juga baik dan ramah lhooo

26. Asterzizia Amygdala
Karena Aster dulu temen SD jadi udah tau sifatnya kayak gimana. Dia anaknya baik, dan enak juga kalo diajak ngobrool

27. Ratri Mayangsari
Temen duduk pas masa masa pertama, karena dia teman SMPku. Dari pertama memang anaknya seperti itu. Kalo ngomong blak blakan dan asik banget kalo udah ngrasani orang. Selalu saja tidak habis ide buat nyacat orangnya razre :)) Nek ngakak susah mendek dan bisa sampe nangis. Asik banget kalo jadi temen ngakak dan sejenak melupakan kepenatan weseeh

28. Rekyan Puspita
Kirain sifatnya masih sama seperti saat SD, biasa aja. Tapi ternyata sudah banyak berubah, menjadi lebih narsis. kalo udah narsis sumpah lah narsis banget. Tapi Vita anaknya baik dan enak diajak ngobrol

29. Risma Nur Amalia
Teman duduk pertamaku di X9~ Dari pertama Risma udah keliatan baik, ramah, gampang bergaul dan pinter

30. Aan
Ya seperti itulah, pandangan pertamaku udah sebel banget. sampe sekarang dan sulit untuk diubah sudut pandangnya

31. Wildan Aprian
Kukira, kamu itu anaknya nggak kayak gini wil. Kukira kamu itu kalem, biasa saja dan sifatmu tidak seperti ini. ternyata sangat berbeda =)) Wildan ternyata anaknya gendeng, maho, dan kelakuannya kadang bikin ngakak. Bedo banget wil sama dugaan pertamaku, ngakak bangetlah

Aku nulis ini cuma buat sekedar asik asikan aja, buat membagikan bagaimana pandangan pertamaku ke kalian pas pertama masuk X9. Dan banyak sekali yang meleset. Kalian ternyata asik, ngangenin. Sekarang aja, baru dua hari kelas sebelas aku udah kangen sama kalian. Kangen suasana di kelas X9 yang kayak kita dulu. Berharap juga pandangan pertama ke kelas sebelasku sekarang akan segera berubah. berubah jadi asik kayak kalian gini, semoga.

Sunday, July 3, 2011

I remember~

I remember...The way you glanced at me, yes I remember
I remember...When we caught a shooting star, yes I remember
I remember.. All the things that we shared, and the promise we made, just you and I
I remember.. All the laughter we shared, all the wishes we made, upon the roof at dawn

Do you remember?
When we were dancing in the rain in that december
And I remember..When my father thought you were a burglar
I remember.. All the things that we shared, and the promise we made, just you and I
I remember.. All the laughter we shared, all the wishes we made, upon the roof at dawn

I remember.. The way you read your books,
yes I remember

The way you tied your shoes,
yes I remember

The cake you loved the most,
yes I remember
The way you drank you coffee,
I remember
The way you glanced at me, yes I remember
When we caught a shooting star,
yes I remember
When we were dancing in the rain in that december
And the way you smile at me,
yes I remember

Saturday, July 2, 2011

Makrab


30 Juni-1 Juli 2011, Makrab Senine;Villa Merbabu, Kaliurang

Kamis, 30 Juni 2011
Mulai dari ngumpul di sekolah jam 6 pagi, tapi seperti biasa pasti molor dan baru berangkat jam setengah delapan. Nggak masalah, yang penting sampai tujuan dengan selamat. Sayangnya, aku berangkat duluan karena Abshar mau beli bensin, jadi nggak bareng anak-anak. Tapi nggakpapa, bukan masalah kok hihihi.
Sampe di villa, check in *ciye sok check in* langsung cuss ke tlogo putri. Berubah drastis dari terakhir aku kesini. Air terjun lebih mirip sama kran macet. Yang penting kita bareng bareng, jadi tetep aja disana bahagia. Bangeeet! Kita bahagia, kita foto-foto. Dikit dikit foto-foto. Anak remaja pfft. Nggak cuma diem, kita naik ke atas buat liat pemandangan. Bisa dibilang rekasa buat sampe ke atas, capek pegel bangeet. Tapi terbayar dengan pemandangan dari atas, bagus banget aaa.
Pulang ke villa, bingung mau ngapain dan akhirnya kita main delikaaan. Emang sih, gamenya bisa dibilang anak kecil banget. Tapi disini, bukan delikan biasa! Delikan terasik lah pokoknya, maksimal banget mainnya. aah cinta banget game satu ini. Hampir tiga jam lho kita non stop main delikan. Senine memang hebat. Senine memang unyu uwuwuw.
Sorenya, kita naik kereta mini bareng, kuuuk kuuuk muter muter kaliurang. Yaaay!
Malam, ini artinya sudah waktunya buat bebakaran! Yey ini bisa dibilang acara yang paling diitunggu. Bakar jagung dan BBQ-an ala anak Senine. Ditemani dengan genjrengannya Awi dan Baron. Asik banget lah, ditambah ada Pak Dadang yang udah mau dateng walaupun malem-malem. Terimakasih ya Pak :)
Karena dari sore ngidam ronde, beberapa dari kita memutuskan buat hunting ronde dan sangatlah bejo rondenya susah dicari. Selama perjalanan hunting ditakut-takutin sama anak anak cowok, nantang abes. Tapi akhirnya mendapatkan ronde impian, asik banget anget anget.
Bebakaran selesai, lanjut acara sharing bareng. disini, kita ngomongin semua unek unek kita. InsyaAllah, kita bakalan berusaha bikin semuanya lebih baik kok, kita saling introspeksi. Saling ngasih saran, bener-bener acara paling mengharukan lah. Sharing selesai kira-kira jam setengah satu dan lanjut saatnya bobok


Jumat, 1 Juli 2011

Jam setengah lima, fajar udah nggedor nggedor pintu kamar. Pengen banget nambah bobok lagi, masih teramat sangat ngantuk. Bangun, cuci muka, wudhu dan sholat.
habis itu, lanjut ke Kali kuning. Niatnya mau liat Sunrise, tapi sayang banget menduung jadi ketutupan uuh. Tapi nggakpapa, liat pemandangan dari sana udah lebih dari cukup.
Selesai dari Kali kuning, pulang ke villa dan sarapan. Menunya eksotis sekali, ayam dan oseng tempe cabe pedes maksimal. Habis maem, lanjut packing terus siap siap pulang. sedih banget mau pulang, masih pengen bareng satu rumah sama kalian teman-teman.
Sambil nunggu kendaraan, main kartu dulu deh. Paling greget adalah ketika main tablek nyamuk. heboh banget dan sumpah asik banget. walaupun tangan bentol bentol tapi nggak masalah
Time to go home, nggak rela banget. Dua hari satu malam kita bareng terus tanpa pisah. Maem bareng, Sholat bareng, main bareng, bobok bareng, ngakak bareng, nyanyi bareng, sharing bareng, bahkan aku, bella dan afi nangis bareng. kayaknya selama makrab cuma ada bahagia, nggak ada beban. cuma mikirin buat sekarang dan seneng-seneng aja. bakalan kangen masa masa kemaren, kangen banget pasti. Tapi, makrab bukan malam perpisahan kok, kayak kata pak Dadang kemaren. Kita masih satu kok, masih Senine. Sekarang, besok dan selamanya :)

Tuesday, June 28, 2011

This Conversation

Belakangan ini, lagi seneng banget ndengerin lagunya Mocca yang ini. Lucu banget soalnya yang nyanyi cewek sama cowok hihi. bagus deh liriknya :)

hey boy did you know
I lie awake in my dreamy bed
thinking of you and those crazy times we’ve had

sometimes I wonder
whether you’re a Jekyll or you’re a Hyde
sometimes you are wise and tell no lies

oh I can’t tel
lcause you make me feel so loved and confused
this conversation may never happen

hey girl did you know
thinking of you and those crazy times we’ve hadI miss you so though it may not show
my dear I have news to tell you

I miss you so though it may not show
your silly jokes did brighten me
you cheered me up when I was down

Mocca-This Conversation

Monday, June 27, 2011

Ehem~

Did you ever fall for someone you know you shouldn’t?

Try hard to fight your feelings, but you just couldn’t?

You fall deeper with each passing day,

But try to hide it in every possible way.

He’s only a friend, and nothing else

That’s the lie you keeping telling yourself.

You keep on saying he’s just a bud,

But deep inside, you’re falling in love.

You get so giddy when you meet his eyes,

But keep reminding yourself it isn’t right.

A simple glance turns into a stare,

But you pretend that you don’t care.

It’s “not right” for you two to be.

Is that why you hide it so no one can see?

But how long will you pretend?

Keep lying that he’s just a friend?

Perhaps your feelings you can never show.

Perhaps it’s “wrong” for him to know.

Your friendship can’t be risked over this,

So being his girl is an impossible wish…


-Tumblr-

Saturday, June 25, 2011

Galau

Belakangan ini sering banget kepikiran sama yang namanya pisah. pisah sama anak kelas, tiap inget pasti nggerus. udah terlalu deket, dan mau dipisah.. gimana ya rasanya, susah banget lah. takut kalo di kelas 11 nanti nggak nemu temen kayak kalian-kalian gini. takut kalo temen-temenku nanti nggak se-klop kalian gini. Intinya, aku masih mau bareng sama kalian. Seandainya aja kelas 11 nggak diacak, mungkin kebahagiaanku lengkap sudah. masuk Ipa dan kelasnya tetep sama Senine. tapi nggakmungkin, sayangnya nggak bisa.
Apa iya besok kelas 11 bakal ada temen kayak Sekawan? Afi, Ratri, Bella?
kalian udah klop banget buat aku. Jangan jangan besok nggak ada orang autis macam kalian gini. yang bisa diajak ngakaki orang sampe rahang pegel. Pergi main tanpa mikirin pelajaran ataupun yang lain. Nggak ada orang yang suaranya bisa nyaingin Afi. Nanti juga nggak ada yang galak semacam Ratri gitu. apalagi yang preman kayak Bella. Kalian nggak ada yang nyamain.
Apa iya besok bakal ada orang yang sukanya ngelawak kayak Anang, Wildan? Walaupun kadang kowe ki nyebai nang, tapi jujur ya aku belum pernah nemuin orang sekoplak kamu gini.
belum pernah juga nemuin temen yang lebih maho daripada Wildan. Kamu temen termahoku wil, suer lah.
Apa iya besok ada temen kayak Baron? yang bisa dibilang trendsetter kosa kata baru.
Apa iya besok nada temen kayak Abshar? sing rupane marmosi dan sukanya ngajak padu?
Mungkin nggak besok ada temen kayak Ganang yang Anaknya kritis banget. suka banget tanya yang aneh-aneh. berasa pengen tau banget.
Adakah yang jenius kayak Fajar? yang bathuknya lebar kayak fajar gitu?
Apa iya ada yang diem banget kayak Fakhri dan selalu stay cool?
Mungkin nggak ada temen temen kayak Diany, Tantri, Tifa, Vanda, Hani yang alim-alim? mereka pinter, rajin, tapi nggak pernah sombong. mereka baik banget, selalu mau ngajarin aku yang bisa dibilang kemampuan rata-rata banget.
Apa iya besok ada temen yang kurus tinggi banget kayak Awi? yang gendut unyu unyu kayak Martin?
Apa iya ada yang bisa nyamain sifat sama kelakuan semua anak Senine?
Nggak ada yang bisa nyamain kalian teman-teman. Kalian itu udah ada tempat spesial disini, di hatiku. walaupun kita kepisah, Kita akan tetep bareng dan hati kita tetep Senine :)

Thursday, June 23, 2011

Sheila on 7

postingan kali ini, ehm seputar lagu sheila on 7 deh ya. mau nulis beberapa potong lirik lagu mereka yang paling ehm paling bagus

"sampai jumpa kawanku, semoga kita selalu menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan"
"mungkin diriku masih ingin bersama kalian, mungkin jiwaku masih haus sanjungan kalian"
-kisah klasik-

"aku raja, kaupun raja. aku hitam, kaupun hitam. Arti teman lebih dari sekedar materi" -Sahabat Sejati-

"kenapa ada derita, bila bahagia tercipta. kenapa ada sang hitam, bila putih menyenangkan"
"kau tunjukkan aku bahagia, kau tunjukkan aku derita"
-Berhenti berharap-

"would it be better if we were never near, knowing you more has always been my fear" -Perfect time-

"coba keluar di terik siang, ingatlah bintang yang kau sapa. maka kehangatan yang kau rasa" -Itu aku-

"celakanya hanya kaulah yang benar-benar aku tunggu, hanya kaulah yang benar benar memahamiku" -Seberapa pantas-

"tak pernah aku menyangka sejauh ini aku melangkah. tak pernah aku menyangka sedalam ini aku terluka"
"Jika hidup terus berputar, biarlah berputar. Akan ada harapan sekali lagi, sepeti dulu"
-Sekali lagi-

"sekuat kaki ini mencoba berlari, tetapi hati ini menuntunnya kembali ke bait pertama" -Bait pertama-

Wednesday, June 22, 2011

FKR

Festival Kesenian Rakyat, Kemah besar 2011
bisa dibilang ini acara paling asik selama kemah, karena bisa ngumpul bareng anak anak sekelas.
buat persiapan tampil, kita rapat dan konverensi dulu. akhirnya kita memutuskan buat nyanyi buat pentas. bukan nyanyi biasa, tapi nyanyi serangakaian lagu yang bisa dibilang nggak biasa dan gaul abis.
Akhirnya latihan, cuma pake gitar pinjeman juga. lagu yang paling asik jelas saja Cak Diqin-Cinta tak terpisahkan

Duh Denok gandulaning ati, tegane nyulayani
Janjimu sehidup semati, among ono ing lathi
Rasa sayangmu sudah pergi, tak menghiraukan aku lagi
Duh Denok gandulaning ati, tegane nyulayani

Duh Kangmas jane aku tresno, lilakno aku lungo
Ati rakuat nandang roso, roso keronto-ronto
Cintamu sudah gak beneran, aku cuma buat mainan
Duh Kangmas jane aku tresno, lilakno aku lungo

Tresno iki dudu mung dolanan, kabeh mau amargo kahanan
Seng tak jaluk amung kesabaran, mugi Allah paring kasembadan

Mung ngedem atiku, ben aku ra mlayu
Dan tanggung jawabmu, iku palsu

Denok aku cinta beneran, pasti akan kubuktikan
Bapak ibuku akan datang, melamar dikau sayang

Hatiku slalu mendoakan, semoga Tuhan mengabulkan
Cinta kita tak terpisahkan, walau di akhir jaman

sampe sekarang masih reflek nyanyi lagu ini di rumah, semacam kesetrum anak cowol sekelas. kalian emang gaul abis
Pas tampil, langsung goyang hakseer hakserr. berasa nggakpunya malu beneran.
Seneng banget pas latian sama persiapan buat FKR kita bisa nyanyi nyanyi kayak gitu. Rasanya bahagia banget bisa ngumpul pas kemah kemarin, auranya beda banget sama ngumpul biasanya.
Semua beban ilang pas ngumpul sama kalian. cinta banget lah

:')


Rasanya mau pisah sama anak sekelas berat banget. Ya semacam patah hati soalnya mau pisah sama orang special.
Gimana kalian nggak special? kalian selalu bikin aku bahagia di sekolah. Alesan terbesarku buat sekolah ya kalian.
Selalu kangen sama lawakan kalian walaupun semuanya nggak mutu.
Kangen cerita cerita sama kalian walaupun yang diomongin semuanya omong kosong.
Kalian udah terlalu menempel disini, disini, di hatiku teman-teman.
Kalian itu keluarga utamaku di sekolah.
Walaupun kadang aku sebel, nggonduk, emosi sama kalian, tapi pasti cuma bentar
aku mulai ngerasain gimana kompaknya kita mulai semester dua, sejak pindah ke kelas bawah lah. Makanya, dulu pas mau pindah dari kelas gudang rasanya nggak rela banget. Soalnya kelas itu penyatu kita.
Jujur, sedih banget mau pisah sama kalian. Pengen nangis pas nulis ini, nggerus banget
Aku takut nggak dapet temen sekelas kayak kalian pas kelas sebelas nanti, takut pisah sama kalian. Nggak rela ninggalin kalian
Kalo besok kelas sebelas, kita harus sering main main ya. Jangan lupain Senine, kita harus tetep Senine sampe besok-besok.
Karena kalian bakal selalu disimpen disini, di hatiku ♥